Minggu, 01 April 2012

Berbagi Hati


Pada suatu hari, seorang pemuda
berdiri di tengah
kota dan menyatakan bahwa dialah pemilik hati
yang terindah yang ada di kota itu. Banyak orang
kemudian berkumpul dan mereka semua
mengagumi hati pemuda itu, karena memang
benar-
benar sempurna. Tidak ada satu cacat atau
goresan sedikitpun di hati pemuda itu. Pemuda itu
sangat bangga dan mulai menyombongkan hatinya
yang indah.

Tiba-tiba, seorang lelaki tua menyeruak dari
kerumunan, tampil ke depan dan berkata "Mengapa
hatimu masih belum seindah hatiku ?". Kerumunan
orang-orang dan pemuda itu melihat pada hati pak
tua itu. Hati pak tua itu berdegup dengan kuatnya,
namun penuh dengan bekas luka, dimana ada
bekas potongan hati yang diambil dan ada
potongan yang lain ditempatkan di situ;namun tidak
benar-benar pas dan ada sisi-sisi potongan yang
tidak rata. Bahkan, ada bagian-bagian yang
berlubang karena dicungkil dan tidak ditutup
kembali. Orang-orang itu tercengang dan berpikir,
bagaimana mungkin pak tua itu mengatakan bahwa
hatinya lebih indah ?

Pemuda itu melihat kepada pak tua itu,
memperhatikan hati yang dimilikinya dan tertawa "
Anda pasti bercanda, pak tua",
tanyanya, "bandingkan hatimu dengan hatiku,
hatiku sangatlah sempurna sedangkan hatimu tak
lebih dari kumpulan bekas luka dan cabikan". "
Ya",
kata pak tua itu, " hatimu kelihatan sangat
sempurna meski demikian aku tak akan menukar
hatiku dengan hatimu. Lihatlah, setiap bekas luka
ini adalah tanda dari orang-orang yang kepadanya
kuberikan kasihku, aku menyobek sebagian dari
hatiku untuk kuberikan kepada mereka, dan
seringkali mereka juga memberikan sesobek hati
mereka untuk menutup kembali sobekan yang
kuberikan. Namun karena setiap sobekan itu
tidaklah sama, ada bagian-bagian yang kasar, yang
sangat aku hargai, karena itu mengingatkanku
akan
cinta kasih yang telah bersama-sama kami
bagikan.

Adakalanya, aku memberikan potongan hatiku
begitu saja dan orang yang kuberi itu tidak
membalas dengan memberikan potongan hatinya.
Hal itulah yang meninggalkan lubang-lubang
sobekan - - memberikan cinta kasih adalah suatu
kesempatan. Meskipun bekas cabikan itu
menyakitkan, mereka tetap terbuka, hal itu
mengingatkanku akan cinta kasihku pada orang-
orang itu, dan aku berharap, suatu ketika nanti
mereka akan kembali dan mengisi lubang-lubang
itu.
Sekarang, tahukah engkau keindahan hati yang
sesungguhnya itu ?"

Pemuda itu berdiri membisu dan airmata mulai
mengalir di pipinya. Dia berjalan ke arah pak tua
itu,
menggapai hatinya yang begitu muda dan indah,
dan merobeknya sepotong. Pemuda itu
memberikan robekan hatinya kepada pak tua
dengan tangan-tangan yang gemetar. Pak tua itu
menerima pemberian itu, menaruhnya di hatinya
dan kemudian mengambi sesobek dari hatinya
yang sudah amat tua dan penuh luka, kemudian
menempatkannya untuk menutup luka di hati
pemuda itu. Sobekan itu pas, tetapi tidak
sempurna, karena ada sisi-sisi yang tidak sama
rata. Pemuda itu melihat kedalam hatinya, yang
tidak lagi sempurna. Tetapi kini lebih indah dari
sebelumnya, karena cinta kasih dari pak tua itu
telah mengalir kedalamnya.Mereka berdua
kemudian berpelukan dan berjalan beriringan.

SO...WHY U AFRAID TO GIVE A PIECE of UR
HEART TO
SOMEONE THAT LOVE U.????

Tidak ada komentar:

Posting Komentar